Dear deary...
Pertemuan yang tak disengaja dan tak pernah kupikirkan sebelumnya menumbuhkan perasaan yang aneh, perasaan yang tak biasa saat aku bertemu dan menatap matanya.
awal pertemuan yang kini seakan menjadi awal dimana hubungan ini ada dan terjalin. cinta dan rasa yang tak pernah diduga sebelumnya.
iya memang sejak awal bertemu aku mengaguminya, pertemuan selanjutnya pun tak disengaja. aku bertemu dengannya di sekolah baruku. iya dia kakak kelasku.
betapa bahagianya aku saat mengetahuinya, walaupun saat itu mungkin perasaanku sudah hilang karna sikapnya yang dingin. aku tak pernah berharap untuk dapat memilikinya, tak pernah bermimpi untuk dapat bersamanya. walaupun kini aku bersamanya dan takkan pernah sanggup berpisah dengannya.
inginku lukiskan tentangnya betapa berartinya dia untukku. iya dia memang cuek, nyebelin. kalau pacarnya marah harusnya dimanja kan, kalau dia enggak pasti bakal didiemin. ya itulah dia. tapi dibalik itu semua dia pribadi yang dewasa, sangat membimbingku untuk menjadi lebih baik, dia romantis, ngangenin, calon imam terbaik.
dia membuat hari-hariku penuh warna walaupun kita terpisah jarak, ruang dan waktu yang berbeda. namun itu semua tak dapat menghalangi kasih sayangnya untukku. dia selalu sabar menghadapi sikapku yang labil, yang masih seperti anak kecil. dia seorang yang pekerja keras seperti ayahku, seseorang yang selalu aku banggakan dihidupku.
aku berharap dia akan selalu menemaniku, jadi malaikat pelindungku, jadi pembimbing di kehidupanku. iya aku sangat mencintainya, sangat sangat menyayanginya. aku akan selalu ada disetiap langkahnya, aku akan selalu mendukungnya untuk mencapai impiannya. aku akan selalu memberi semngat untukknya. aku ingin jadi perempuan yang dia bahagiakan setelah dia membahagiakan ibunya. aku ingun jadi perempuan yang pertama kali melihat wajahnya tiap kali bangun tidur. aku ingin jadi perempuan yang meyiapkan dia sarapan sebelum dia berangkat kerja. aku ingin menjadi perempuan yang saat sholat berada satu shaf dibelakangnya. aku ingin jadi ibu dari anak-anaknya kelak.
"CEPAT PULANG, CEPAT KEMBALI JANGAN PERGI LAGI"